GEGEER! OTT KPK di Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Terjaring, Uang Ratusan Juta Disita, 12 Pejabat 'Diterbangkan' ke Jakarta!
TULUNGAGUNG – LIBASCOMUNITY.COM | Tabir gelap dugaan praktik rasuah di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung akhirnya tersingkap. Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan gebrakan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar orang nomor satu di Tulungagung, Sabtu (11/04).
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, penyidik lembaga antirasuah tersebut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial.
Tak tanggung-tanggung, uang tunai senilai ratusan juta rupiah turut disita sebagai bukti kuat adanya transaksi haram di balik jabatan.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, secara tegas membenarkan adanya temuan uang tersebut dalam operasi senyap yang berlangsung pada Jumat malam (10/4).
"Ada uang ratusan juta rupiah yang diamankan penyidik KPK dalam OTT Bupati Tulungagung," ungkap Fitroh saat dikonfirmasi awak media.
Gerbong Pejabat "Bedol Desa" ke Kuningan
Drama penangkapan ini tidak hanya menyasar Bupati Gatut Sunu Wibowo. Pantauan di lapangan menunjukkan gerbong pejabat eselon di Pemkab Tulungagung ikut kocar-kacir. Sebanyak 12 orang, mulai dari Kepala Dinas hingga ajudan, langsung digelandang menuju markas besar KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, guna pemeriksaan intensif.
Berikut adalah daftar 12 Pejabat/Pihak yang diboyong KPK ke Jakarta:
1. Suyanto (Kepala Dinas Pertanian)
2. Dwi Hari (Kepala BPKAD)
3. Agus Prijanto (Kepala Bakesbangpol)
4. Erwin (Kepala Dinas PUPR)
5. Hartono (Kepala Satpol PP)
6. Makrus Manan (Kabag Kesra)
7. Arif Efendi (Kabag Pemerintahan)
8. Yulius Rama Isworo (Kabag Umum)
9. Aris Wahyudiono (Kabag Prokopim)
10. Jatmiko (Anggota DPRD Tulungagung)
11. Dwi Yoga Ambal (Ajudan Bupati)
12. Oki (Staf Pemerintahan)
Pejabat yang Tersisa dalam Pantauan
Di sisi lain, terdapat empat nama pejabat teras yang terpantau tidak ikut dibawa dalam rombongan pertama menuju Jakarta, yakni Pj Sekda Soeroto, Kadinkes Desi Lusiana, Kadinsos Reni, dan Direktur RSUD dr Iskak, Zuhrotul Aini. Meski demikian, sumber internal menyebutkan bahwa pengembangan kasus ini masih sangat dinamis.
Hingga berita ini diturunkan, gedung Pemkab Tulungagung dikabarkan dalam pengawasan ketat. KPK belum membeberkan secara rinci detail konstruksi perkara maupun asal-usul uang ratusan juta tersebut. Namun, penyitaan uang tunai ini menjadi sinyal kuat bahwa "pintu masuk" penyelidikan telah terbuka lebar untuk menguliti habis dugaan korupsi di Bumi Marmer.
Publik kini menanti status hukum resmi dari para pihak yang diamankan dalam 1x24 jam ke depan.
Redaksi akan terus mengawal dan melakukan investigasi mendalam terkait aliran dana dan siapa saja "aktor intelektual" yang bermain dalam pusaran kasus ini.
Tegakkan Keadilan, Bongkar Sampai Akar!
Reporter: Tim Investigasi Biro Tulungagung
Editor: Redaksi
